Mencegah Perilaku Orang Tua Tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih Pinang Pada Anak Usia Dini Di Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang

https://doi.org/10.53770/amjpm.v2i2.133

Authors

  • Christina Ngadilah Program Studi Diploma III Kesehatan Gigi, Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Kupang, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Leny Marlina A. Pinat Program Studi Diploma III Kesehatan Gigi, Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Kupang, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Merniwati Sherly Eluama Program Studi Diploma III Kesehatan Gigi, Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Kupang, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Antonius Radja Ratu Program Studi Diploma III Kesehatan Gigi, Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Kupang, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Yansestina E. Eky Program Studi Diploma III Kesehatan Gigi, Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Kupang, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Keywords

Perilaku Sirih Pinang Anak Pendidikan Usia Dini

Abstract

Selain pendidikan kesehatan gigi dan mulut, juga penting untuk membangun sistem manajemen data keluhan keluhan menyangkut  akibat yang dirasakan para pengkonsumsi sirih pinang sebagai sistem monitoring dan evaluasi untuk pencegahan kanker mulut dan penyakit sistemik lainnya yang dikeluhkan masyarakat. Penerapan dari pengabmas ini akan diwujudkan dengan memberikan solusi yang tepat dalam membina dan memberi sosialisasi dengan memberikan penyuluhan yang tepat yang hasilnya dapat membuka wawasan para pengkonsumsi sirih pinang khususnya ibu-ibu di pedesaan yang mempunyai anak balita dan sekaligus memutus mata rantai keberlanjutan mengkonsumsi sirih pinang. Permasalahan. Masih banyaknya masyarakat termasuk  anak-anak yang mengkonsumsi sirih pinang padahal zat tersebut berbahaya bagi kesehatan. Solusi permasalahannya antara lain adalah dengan bekerja sama dengan para kader Posyandu di desa Bokong Kecamatan Taebenu juga sasaran yaitu ibu ibu yang mempunyai anak balita untuk dilakukan sosialisasi yang terus menerus tentang topik tersebut, memberikan peragaan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Mendampingi dan memonitor yang mempunyai anak anak balita dalam menjalani cessation    untuk berhenti mengkonsumsi sirih pinang. Memberi sosialisasi kepada ibu ibu yang punya anak balita  dan juga para kader tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang serta membuat Buku Saku yang dibagikan kepada ibu ibu yang mempunyai anak anak balita dan para kader kesehatan di posyandu desa Naiotel. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah edukasi masyarakat, pelatihan kader dan pendampingan agar ibu ibu yang mempunyai balita bisa sebagai contoh bagi anaknya dan diharapkan kedepan anak anak balita tersebut tidak mengkonsumsi sirih pinang, dan dapat menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Hasil menunjukkan telah dilatihnya 20 kader PKK dan kader posyandu serta guru PAUD dalam mengenal tentang berbahayanya sirih pinang bagi ibu hamil dan juga anak anak PAUD. Telah terjadi peningkatan pengetahuan kader dari nilai berkisar 50 menjadi 82. Terjadinya peningkatan sikap dari 48 menjadi 83. Diharapkan tindakan dan perilaku ke depan menjadi lebih baik dan para kader maupun orang tua dapat mengajarkan anak-anaknya tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang.  Ibu-ibu tidak memberikan sirih pinang yang sudah dikunyah diberikan pada anak-anaknya karena hal inilah yang menyebabkan anak anak mengkonsumsi sirih pinang dan sifatnya yang adiktif. Sebanyak 59 ibu ibu hamil dan bapak-bapak yang mempunyai balita telah dilakukan sosialisasi mengenai berbahayanya sirih pinang dan sifat ketergantungan dari pinang tersebut. Disarankan agar digerakkan suatu kampanye yang menggandeng Pemerintah, tokoh masyarakat, LSM, guru guru, Civitas Akademika dari berbagai universitas untuk menghimbau masyarakat tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arora, S., & Squier, C. (2019). Areca nut trade, globalisation and its health impact: perspectives from India and South-east Asia. Perspectives in Public Health, 139(1), 44–48. https://doi.org/10.1177/1757913918785398

Boucher, B. J., & Mannan, N. (2002). Metabolic effects of the consumption of Areca catechu. Addiction Biology, 7(1), 103–110. https://doi.org/10.1080/13556210120091464

Garg, A., Chaturvedi, P., & Gupta, P. C. (2014). A review of the systemic adverse effects of areca nut or betel nut. Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology, 35(1), 3–9. https://doi.org/10.4103/0971-5851.133702

Gupta, P. C., & Warnakulasuriya, S. (2002). Global epidemiology of areca nut usage. Addiction Biology, 7(1), 77–83. https://doi.org/10.1080/13556210020091437

Jeng, J. E., Tsai, M. F., Tsai, H. R., Chuang, L. Y., Lin, Z. Y., Hsieh, M. Y., Chen, S. C., Chuang, W. L., Wang, L. Y., Yu, M. L., Dai, C. Y., & Tsai, J. F. (2014). Impact of chronic hepatitis B and hepatitis C on adverse hepatic fibrosis in hepatocellular carcinoma related to betel quid chewing. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 15(2), 637–642. https://doi.org/10.7314/APJCP.2014.15.2.637

Kassebaum, N. J., Bernabé, E., Dahiya, M., Bhandari, B., Murray, C. J. L., & Marcenes, W. (2014). Global burden of severe periodontitis in 1990-2010: A systematic review and meta-regression. Journal of Dental Research, 93(11), 1045–1053. https://doi.org/10.1177/0022034514552491

Little, M. A., Pokhrel, P., Murphy, K. L., Kawamoto, C. T., Suguitan, G. S., & Herzog, T. A. (2014). The reasons for betel-quid chewing scale: Assessment of factor structure, reliability, and validity. BMC Oral Health, 14(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/1472-6831-14-62

Ngadilah, C., & Pinat, L. M. (2019). Memprediksi Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih Pinang Dan Pengaruhnya Terhadap Kerusakan Jaringan Periodontal. Prosiding Semnas I Kesehatan Lingkungan & Penyakit Tropis, 16–26. http://semnaskesling.poltekeskupang.ac.id/index.php/ss/article/view/44%0A

Papke, R. L. (2018). Betel quid, health, and addictioHHS Public Access. Physiology & Behavior, 176(1), 139–148. https://doi.org/10.1080/10826084.2019.1666147.Betel

Prajapati, D., Nayak, R., Nayak, U. A., & Shah, P. J. (2015). Areca Nut Chewing Habit in Preschoolers: Two Rare Case Reports and Literature Review. International Journal of Dental Health Concerns, 1, 23–27. https://doi.org/10.15713/ins.ijdhc.6

Qureshi, M. I., Iftikhar, M., Abbas, S. G., Hassan, U., Khan, K., & Zaman, K. (2013). Relationship between job stress, workload, environment and employees turnover intentions: What we know, what should we know. World Applied Sciences Journal, 23(6), 764–770. https://doi.org/10.5829/idosi.wasj.2013.23.06.313

Singh, P. K., Yadav, A., Singh, L., Mazumdar, S., Sinha, D. N., Straif, K., & Singh, S. (2021). Areca nut consumption with and without tobacco among the adult population: A nationally representative study from India. BMJ Open, 11(6), 1–13. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2020-043987

Downloads

Published

2023-02-28

How to Cite

Ngadilah, C., Pinat, L. M. A. ., Eluama, M. S. ., Ratu, A. R. ., & Eky, Y. E. . (2023). Mencegah Perilaku Orang Tua Tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih Pinang Pada Anak Usia Dini Di Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 68–74. https://doi.org/10.53770/amjpm.v2i2.133