Mencegah Perilaku Orang Tua Tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih Pinang Pada Anak Usia Dini Di Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang
https://doi.org/10.53770/amjpm.v2i2.133
Keywords
Perilaku Sirih Pinang Anak Pendidikan Usia DiniAbstract
Selain pendidikan kesehatan gigi dan mulut, juga penting untuk membangun sistem manajemen data keluhan keluhan menyangkut akibat yang dirasakan para pengkonsumsi sirih pinang sebagai sistem monitoring dan evaluasi untuk pencegahan kanker mulut dan penyakit sistemik lainnya yang dikeluhkan masyarakat. Penerapan dari pengabmas ini akan diwujudkan dengan memberikan solusi yang tepat dalam membina dan memberi sosialisasi dengan memberikan penyuluhan yang tepat yang hasilnya dapat membuka wawasan para pengkonsumsi sirih pinang khususnya ibu-ibu di pedesaan yang mempunyai anak balita dan sekaligus memutus mata rantai keberlanjutan mengkonsumsi sirih pinang. Permasalahan. Masih banyaknya masyarakat termasuk anak-anak yang mengkonsumsi sirih pinang padahal zat tersebut berbahaya bagi kesehatan. Solusi permasalahannya antara lain adalah dengan bekerja sama dengan para kader Posyandu di desa Bokong Kecamatan Taebenu juga sasaran yaitu ibu ibu yang mempunyai anak balita untuk dilakukan sosialisasi yang terus menerus tentang topik tersebut, memberikan peragaan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Mendampingi dan memonitor yang mempunyai anak anak balita dalam menjalani cessation untuk berhenti mengkonsumsi sirih pinang. Memberi sosialisasi kepada ibu ibu yang punya anak balita dan juga para kader tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang serta membuat Buku Saku yang dibagikan kepada ibu ibu yang mempunyai anak anak balita dan para kader kesehatan di posyandu desa Naiotel. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah edukasi masyarakat, pelatihan kader dan pendampingan agar ibu ibu yang mempunyai balita bisa sebagai contoh bagi anaknya dan diharapkan kedepan anak anak balita tersebut tidak mengkonsumsi sirih pinang, dan dapat menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Hasil menunjukkan telah dilatihnya 20 kader PKK dan kader posyandu serta guru PAUD dalam mengenal tentang berbahayanya sirih pinang bagi ibu hamil dan juga anak anak PAUD. Telah terjadi peningkatan pengetahuan kader dari nilai berkisar 50 menjadi 82. Terjadinya peningkatan sikap dari 48 menjadi 83. Diharapkan tindakan dan perilaku ke depan menjadi lebih baik dan para kader maupun orang tua dapat mengajarkan anak-anaknya tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang. Ibu-ibu tidak memberikan sirih pinang yang sudah dikunyah diberikan pada anak-anaknya karena hal inilah yang menyebabkan anak anak mengkonsumsi sirih pinang dan sifatnya yang adiktif. Sebanyak 59 ibu ibu hamil dan bapak-bapak yang mempunyai balita telah dilakukan sosialisasi mengenai berbahayanya sirih pinang dan sifat ketergantungan dari pinang tersebut. Disarankan agar digerakkan suatu kampanye yang menggandeng Pemerintah, tokoh masyarakat, LSM, guru guru, Civitas Akademika dari berbagai universitas untuk menghimbau masyarakat tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang.
Downloads
References
Arora, S., & Squier, C. (2019). Areca nut trade, globalisation and its health impact: perspectives from India and South-east Asia. Perspectives in Public Health, 139(1), 44–48. https://doi.org/10.1177/1757913918785398
Boucher, B. J., & Mannan, N. (2002). Metabolic effects of the consumption of Areca catechu. Addiction Biology, 7(1), 103–110. https://doi.org/10.1080/13556210120091464
Garg, A., Chaturvedi, P., & Gupta, P. C. (2014). A review of the systemic adverse effects of areca nut or betel nut. Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology, 35(1), 3–9. https://doi.org/10.4103/0971-5851.133702
Gupta, P. C., & Warnakulasuriya, S. (2002). Global epidemiology of areca nut usage. Addiction Biology, 7(1), 77–83. https://doi.org/10.1080/13556210020091437
Jeng, J. E., Tsai, M. F., Tsai, H. R., Chuang, L. Y., Lin, Z. Y., Hsieh, M. Y., Chen, S. C., Chuang, W. L., Wang, L. Y., Yu, M. L., Dai, C. Y., & Tsai, J. F. (2014). Impact of chronic hepatitis B and hepatitis C on adverse hepatic fibrosis in hepatocellular carcinoma related to betel quid chewing. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 15(2), 637–642. https://doi.org/10.7314/APJCP.2014.15.2.637
Kassebaum, N. J., Bernabé, E., Dahiya, M., Bhandari, B., Murray, C. J. L., & Marcenes, W. (2014). Global burden of severe periodontitis in 1990-2010: A systematic review and meta-regression. Journal of Dental Research, 93(11), 1045–1053. https://doi.org/10.1177/0022034514552491
Little, M. A., Pokhrel, P., Murphy, K. L., Kawamoto, C. T., Suguitan, G. S., & Herzog, T. A. (2014). The reasons for betel-quid chewing scale: Assessment of factor structure, reliability, and validity. BMC Oral Health, 14(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/1472-6831-14-62
Ngadilah, C., & Pinat, L. M. (2019). Memprediksi Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih Pinang Dan Pengaruhnya Terhadap Kerusakan Jaringan Periodontal. Prosiding Semnas I Kesehatan Lingkungan & Penyakit Tropis, 16–26. http://semnaskesling.poltekeskupang.ac.id/index.php/ss/article/view/44%0A
Papke, R. L. (2018). Betel quid, health, and addictioHHS Public Access. Physiology & Behavior, 176(1), 139–148. https://doi.org/10.1080/10826084.2019.1666147.Betel
Prajapati, D., Nayak, R., Nayak, U. A., & Shah, P. J. (2015). Areca Nut Chewing Habit in Preschoolers: Two Rare Case Reports and Literature Review. International Journal of Dental Health Concerns, 1, 23–27. https://doi.org/10.15713/ins.ijdhc.6
Qureshi, M. I., Iftikhar, M., Abbas, S. G., Hassan, U., Khan, K., & Zaman, K. (2013). Relationship between job stress, workload, environment and employees turnover intentions: What we know, what should we know. World Applied Sciences Journal, 23(6), 764–770. https://doi.org/10.5829/idosi.wasj.2013.23.06.313
Singh, P. K., Yadav, A., Singh, L., Mazumdar, S., Sinha, D. N., Straif, K., & Singh, S. (2021). Areca nut consumption with and without tobacco among the adult population: A nationally representative study from India. BMJ Open, 11(6), 1–13. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2020-043987
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





