Determinan Vaksinasi Rabies Di Desa Tetehosi Kabupaten Nias

Authors

  • Vierto Irennius Girsang 1Program Studi Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Oscar Telaumbanua 1Program Studi Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Janno Sinaga 1Program Studi Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Ivan Elisabeth Purba 1Program Studi Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53770/amhj.v2i4.155

Keywords:

Rabies, Anjing, Determinan, Vaksin

Abstract

Rabies dapat dicegah dengan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR). Pemberian vaksin akan memberikan perlindungan terhadap dampak gigitan rabies dan kematian hingga 100 persen. Vaksin rabies yang banyak digunakan di Indonesia adalah Nobivac dan Rabisin. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain studi cross-sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan  vaksinasi pada anjing. Penelitian ini dilakukan di desa Tetehosi Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias. Hasil uji chi-square pendidikan dengan vaksinasi rabies didapatkan nilai p=0,003, pekerjaan dengan vaksinasi rabies nilai p=0,14, himbauan petugas peternakan dengan vaksinasi rabies nilai p=0,23, himbauan kepala desa dan tokoh masyarakat dengan vaksinasi rabies nilai p=0,001 dan penyuluhan dengan vaksinasi rabies nilai p=0,01. Hasil penelitian ini ada hubungan antara pendidikan dengan vaksinasi rabies. Ada hubungan antara pekerjaan dengan vaksinasi rabies. Ada hubungan antara Himbauan petugas peternakan dengan vaksinasi rabies. Ada hubungan antara Himbauan kepala desa dan tokoh masyarakat dengan vaksinasi rabies. Ada hubungan antara mengikuti penyuluhan dengan vaksinasi rabies. Disarankan agar masyarakat untuk mengvaksinasi anjing yang baru lahir sebagai tindakan dini dalam pencegahan penyakit rabies.  Disarankan kepada kepala desa tetehosi agar selalu aktif mendorong masyarakat dalam hal melakukan kegiatan pemberian vaksinasi rabies pada anjing sebagai tindakan pencegahan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Nias agar selalu rutin melakukan penyuluhan terkait penyakit rabies. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Nias untuk aktif melakukan kegiatan vaksinasi rabies secara berkala.

References

Kabupaten Nias. (2019). Data Vaksinasi HPR Kabupaten. Kabuapten Nias.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Kemenkes Telah Kirimkan Tim Dan Vaksin Untuk Penanggulangan Rabies Di Nias. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Notoatmodjo, S. (2017). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Bumi Aksara.

Pradana, V. M. V. (2018). Potensi vaksin aktif rabies dalam menginduksi kekebalan pada anjing di kecamatan cisolok kabupaten sukabumi vinda maulina vona pradana.

Satia. (2019). Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Kekurangan Vaksin Rabies, Minta 50 Ribu Terealisasi [Internet]. Tribun Medan. Retrieved from https://medan.tribunnews.com/2019/03/29/dinas-ketahanan-pangan-dan-peternakan-sumut-kekurangan-vaksin-rabies-minta-50-ribu-terealisasi-1000

Savolainen, P., Zhang, Y. P., Luo, J., Lundeberg, J., & Leitner, T. (2002). Genetic evidence for an East Asian origin of domestic dogs. Science, 298(5598), 1610-1613. https://doi.org/10.1126/science.1073906

Sopi, I. I. P., & Mau, F. (2015). Gambaran rabies di kabupaten ende, provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2006-2014. Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 43-50.

Tahulending, J. M., Kandou, G. D., & Ratag, B. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan penyakit rabies di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Jikmu, 5(2), 169–178.

Tarigan, I. M., Sukada, I. M., & Puja, I. K. (2012). Cakupan Vaksinasi Anti Rabies pada Anjing dan Profil Pemilik Anjing Di Daerah Kecamatan Baturiti, Tabanan. Indonesia Medicus Veterinus, 1(4), 530-541.

Timmerman, E. (2014). Faktor Predisposing, Enabling Dan Reinforcing Dengan Tindakan Pemilik Anjing Dalam Pencegahan Penyakit Rabies Di Kelurahan Kayawu Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Tesis. Program Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado.

World Health Organization. (2002). Strategies for the control and elimination of rabies in Asia: report of a WHO Interregional Consultation, Geneva, Switzerland, 17-21 July 2001 (No. WHO/CDS/CSR/EPH/2002.8). World Health Organization.

Downloads

Published

2023-03-30

How to Cite

Girsang, V. I., Telaumbanua, O. ., Sinaga, J. ., & Purba, I. E. . (2023). Determinan Vaksinasi Rabies Di Desa Tetehosi Kabupaten Nias. Ahmar Metastasis Health Journal, 2(4), 185–192. https://doi.org/10.53770/amhj.v2i4.155