Pengaruh Variasi Konsentrasi Arang Aktif Bambu Terhadap Kadar Asam Lemak Bebas (ALB) Pada Minyak Kelapa Produksi Rumahan
DOI:
https://doi.org/10.53770/amhj.v2i2.126Kata Kunci:
Kadar Asam Lemak Bebas, Arang Aktif BambuAbstrak
Minyak kelapa merupakan produk yang dihasilkan dari kopra yang diolah dengan cara kering dan basah. Minyak kelapa memiliki kadar asam lemak bebas yang masih tinggi. Semakin tinggi kadar asam lemak bebas, maka semakin rendah kualitas minyak kelapa. Upaya yang dilakukan untuk menurunkan kadar asam lemak bebas adalah dengan arang aktif. Salah satunya dengan bambu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi arang aktif bambu dalam mengadsorpsi asam lemak bebas pada minyak kelapa produksi rumahan dengan konsentrasi 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 dan 3 gr. Desain penelitian ini berbentuk Pre - Eksperimental dengan metode Titrasi Alkalimetri. Populasi pada penelitian adalah minyak kelapa produksi rumahan di daerah Antibar, Kabupaten Mempawah dan sampel yaitu minyak kelapa produksi rumahan yang belum ditambahkan arang aktif bambu dan minyak kelapa produksi rumahan dengan penambahan arang aktif bambu. Hasil penelitian dengan penambahan arang aktif bambu didapatkan rata-rata jumlah kadar asam lemak bebas sebesar 0,61; 0,54; 0,53; 0,51; 0,49; 0,47% dan presentase penurunan sebesar 8,96; 19,40; 20,90; 23,88; 26,87 dan 29,85% dari kadar asam lemak bebas sebelum perlakuan yaitu 0,67%. Berdasarkan Uji Regresi Linear tingkat signifikansi 0,000<0,005. Artinya Ha diterima, sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh penambahan arang aktif bambu terhadap kadar asam lemak bebas pada minyak kelapa produksi rumahan.
Referensi
Ali, M., & Wahyuni, H. (2012). Pemucatan Minyak Sawit Mentah Menggunakan Arang Aktif. Jurnal Teknik Kimia, 6(2), 41-45.
Bonelli, P. R., Della Rocca, P. A., Cerrella, E. G., & Cukierman, A. L. (2001). Effect of pyrolysis temperature on composition, surface properties and thermal degradation rates of Brazil Nut shells. Bioresource technology, 76(1), 15-22.. https://doi.org/10.1016/S0960-8524(00)00085-7
Evika. (2011). Penggunaan Adsorben Arang Aktif Tempurung Kelapa Pada Pemurnian Minyak Goreng Bekas. Phys. Rev. E.
Fanani, N., & Ulfindrayani, I. F. (2019). Sintesis dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Limbah bambu Menggunakan Aktivator Asam Pospat (H3PO4). Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Terapan, 1(1), 741–746.
Mulyani, H. R. A., & Sujarwanta, A. (2017). Kualitas Minyak Jelantah Hasil Pemurnian Menggunakan Variasi Absorben Ditinjau Dari Sifat Kimia Minyak. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 12(2), 19-29.
Sillahi & Ardiyansyah, Y. C. E. (2021). Absorption Capacity of Activated Carbon from Bark Of Zalacca. 8(1), 16–20.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta, 2018.
Yustinah, Y., Utomo, S., & Cardosh, S. R. (2017). Pengaruh Waktu Adsorbsi Dalam Proses Pemurnian Minyak Goreng Bekas Menggunakan Bioadsorben Tandan Kosong Kelapa Sawit. Prosiding Semnastek, 1-6.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Ahmar Metastasis Health Journal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



